Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Jejaring Sosial Antar Tetangga

,


Di jaman sekarang terutama diperkotaan, kebanyakan orang selalu disibukkan dengan pekerjaan tanpa mengenal waktu. Kondisi itu membuat banyak diantara mereka yang tidak mengenal siapa tetangganya sehingga sosialisasi antar tetangga sangat minim. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuatlah sebuah situs jejaring sosial antar tetangga.
Nextdoor.com adalah jejaring sosial yang khusus untuk menghubungkan anda dengan para tetangga dengan tujuan untuk mempererat hubungan antar tetangga di Amerika sana.
Untuk menjadi anggota, cukup dengan mendaftarkan diri anda sesuai dimana anda tinggal dan ini juga harus melampirkan bukti yang menyatakan bahwa anda memang tinggal disana.

Dengan menjadi anggota jejaring sosial Nextdoor.com banyak keuntungan yang bisa didapatkan, Pastinya juga akan lebih mempererat hubungan antar tetangga karena kita juga bisa berbagi informasi tentang apa yang sedang terjadi di lingkungan kita.
Kapan ya jejaring sosial seperti ini ada di Indonesia, sepertinya cukup berguna apalagi di daerah perkotaan yang jarang sekali saling mengenal tetangga di sebelah rumah. 
Sumber:https://nextdoor.com/

Read More>>

Senin, 07 Mei 2012

10 Fakta Unik Waisak

,


 Borobudur.jpg
Borobudur tetap menjadi keajaiban dunia. Borobudur merupakan daerah kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Magelang Jawa Tengah. Di tempat ini berdiri megah sebuah candi Budha yang jaraknya kurang lebih 15 km sebelah selatan kota Magelang, dan 41 km ke arah utara dari kota Yogyakarta. Borobudur setiap tahun menyambut ribuan umat Budha yang akan merayakan Tri Suci Waisak, beserta ribuan masyarakat umum yang akan menikmati kemegahan candi yang bagi bangsa Indonesia tetap merupakan keajaiban dunia. Serta dijaga lebih dari seribu polisi untuk menjamin keamanan bangunan cagar budaya tersebut dalam setiap perayaannya.

Bhikku_menuju_Jumprit.jpg 
Jubah/Civara memenuhi Umbul Jumprit. Para Biksu menuju sumber air suci di Umbul Jumprit di kecamatan Ngadirejo  kabupaten Temanggung. Air merupakan elemen penting dalam perayaan Waisak, air suci dari sumber pegunungan yang asri di daerah ketinggian yang berhawa dingin ini menjadi simbol akan kesucian diri dan ketenangan bathin. Air suci akan  dibawa dengan ribuan botol dan dibagikan kepada umat Budha di altar candi Borobudur.

Api_abadi_Mrapen_2.jpg 
Semangat sumber api abadi. Api sebagai simbol puja bakti yang digunakan untuk perayaan Waisak memberikan refleksi atas sifat emosi manusia, sebuah semangat dan hasrat serta untuk menghapuskan kesuraman dan memancarkan kecerahan dengan sinarnya. Sumber api tersebut diambil dari api abadi Mrapen yang lokasinya di desa Manggarmas kecamatan Godong kabupaten Grobogan, yang berjarak kurang lebih 25 Km dari pusat kota Purwodadi.

Klentheng_Liong_Hok_Bio.jpg 
Naga di pusat kota Magelang. Dalam rangkaian perayaan Waisak, keberadaan Klentheng Liong Hok Bio yang terletak di sebelah selatan alun-alun kota Magelang merupakan bangunan bersejarah yang digunakan untuk mengawali prosesi Pindapata. Pada masa peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825 – 1830 , terjadi banyak kekacauan dan kejahatan yang meresahkan rakyat. Be Koen Wie adalah pejuang Tionghoa yang berhasil melawan kejahatan yang meresahkan rakyat dikala itu, hingga atas jasanya, pemerintah Belanda menghadiahkan sebidang tanah di tengah kota Magelang. Dan di sebidang tanah tersebut, Be Koen Wie mendirikan Klentheng Liong Hok Bio pada tahun 1864.

Pindhapata_2.jpg 
Tradisi bersedekah untuk pengelana. Pindapata secara mudah bisa diartikan sebagai sedekah. Dalam perayaan Waisak di Borobudur, prosesi Pindapata yang dilaksanakan di Klentheng Liong Hok Bio kota Magelang merupakan bentuk ritual keagamaan bagi umat Budha, tapi juga merupakan wisata budaya bagi masyarakat umum. Bentuk toleransi beragama dalam masyarakat lebih terlihat menonjol dalam prosesi Pindapata tersebut. Pindapata adalah tradisi yang dilakukan Sang Buddha pada jaman dahulu, pada saat menjalankan tradisi berkelana tersebut, kebutuhan hidup ditanggung oleh umatnya. Dan bagi umat Budha, sedekah akan mendatangkan kebaikan serta keberuntungan.

Makan_bersama_ala_Bhikku.jpg 
Menikmati makan ala Biksu. Menu makanan para Biksu cukup sederhana, karena mereka menjalani hidup dengan sedekah yang diberikan oleh para umat. Dan karena itulah mereka menikmati semua makanan yang sebagian besar sayuran yang diberikan sebagai  sedekah dari para umatnya. Dan tidak sepenuhnya mereka menjalani hidup sebagai vegetarian, karena ada juga beberapa yang meyakini bahwa jika daging itu berasal dari binatang yang dibunuh bukan oleh mereka dan tidak dipotong khusus untuk mereka, maka daging itu bisa mereka konsumsi. Dan bagi Biksu yang tidak mengkonsumsi daging, tiruan menu daging yang dibuat dari campuran ketan dan kedelai atau jamur, hal itu dilakukan semata untuk membuat menu lebih beragam, bukan karena keinginan yang terpendam untuk mengkonsumsi daging. 

Bhikkuni.jpg  
Panggilan hidup sebagai Bhikkuni. Keberadaan para Bhikkuni dalam perayaan Waisak tidak saja menarik perhatian dari segi kerelaan mereka menggunduli rambut atau mahkota kecantikannya, tapi keunikan pilihan hidup yang mereka jalani sungguh luar biasa dimata masyarakat pada umumnya. Mereka menjalani paling tidak 8 sila sebagai persyaratannya, yaitu tidak membunuh makhluk hidup, tidak mencuri, tidak melakukan hubungan intim, tidak berbohong, tidak meminum minuman keras atau hal yang memabukkan, tidak makan sesudah jam 12 siang sampai keesokkan hari, tidak berdandan menari bernyanyi dan menonton pertunjukan, dan tidak duduk serta tidur di tempat yang mewah.

Morning_Glory.jpg 
Pesona alam dari bukit Punthuk Setumbu. Pada perayaan Waisak di candi Borobudur, ada sebuah kewajiban yang tidak tertulis bagi wisatawan khususnya bagi para pehobi ataupun profesional fotografer yang banyak berdatangan ke lokasi tersebut. Yaitu menikmati morning glory, sebuah pemandangan pagi hari dengan semburat sinar merah matahari pagi yang terbit dari sisi timur candi Borobudur dan latar belakang puncak gunung Merapi. Lokasinya berada di puncak bukit Punthuk Setumbu desa Karangrejo kabupaten Magelang, yang berjarak 4 Km dari candi Borobudur dan harus mendaki jalan setapak sepanjang 1 Km. Karena jalanannya tanah liat yang keras dan cenderung licin bila habis hujan atau terkena embun, diperlukan kehati-hatian untuk menuju ke puncak bukitnya. Dan waktu yang ideal untuk menuju ke lokasi ini adalah pukul 03.30 pagi, karena cahaya semburat merah akan mulai terlihat saat pukul 05.00 bila cuaca sedang cerah.

Pradhaksina_Borobudur.jpg 
Hening dalam penghormatan. Malam perayaan Waisak juga diwarnai dengan sebuah ritual Pradaksina bagi umat Budha, dan terkadang para wisatawan juga ikut larut didalamnya. Bagi masyarakat sekitar candi Borobudur, Pradaksina berarti berjalan mengelilingi candi searah jarum jam. Sementara bagi umat Budha, Pradaksina di candi Borobudur adalah ritual penghormatan untuk jasa para Buddha dan Bodhisattva. Prosesi berjalan berkeliling secara tertib sebanyak tiga kali searah jarum jam ini menempuh jarak total kurang lebih setara dengan 1,5 Km.

Lampion_waisak_2.jpg 
Terbang bersama doa-doa. Dan sebagai penutup malam purnama, candi Borobudur akan dipenuhi dengan indahnya 1000 lentera dari lampion yang berterbangan ke angkasa menghiasi langit. Makna yang diyakini umat Budha adalah, bahwa cahaya lampion merupakan simbol dari hilangnya kegelapan untuk meraih harapan dan cita-cita. Dan prosesi lepas lampion ini juga dapat dilakukan siapa saja yang datang ke candi Borobudur dengan doa yang dipanjatkan melalui keyakinan mereka masing-masing. Lampion terbuat dari kertas minyak dengan kerangka bambu tipis dengan tinggi 75 cm dan diameter 50 cm, sedangkan daya dorongnya berasal dari api kain yang dililit melingkar dengan kawat dan diberi minyak tanah.
Selamat merayakan Tri Suci Waisak bagi umat Budha, dan selamat berkunjung ke candi Borobudur bagi para pelancong dan penggemar fotografi, semoga menemukan keunikan dan kebaikan di akhir pekan anda dalam momen perayaan. Salam Kratonpedia.
(teks dan foto : Wd Asmara/Kratonpedia)
Read More>>

Jumat, 04 Mei 2012

"Pondok Solvay" Tempat Peristirahatan para Pendaki

,


Pondok Solvay adalah tempat peristirahatan para pendaki. Pondok ini terletak di punggungan timur laut Matterhorn, dekat Zermatt di kanton Valais di Swiss Pada 4.003 meter (13.133 kaki). Pondok ini adalah pondok gunung tertinggi yang dimiliki oleh Club Alpine Swiss, klub gunung terbesar di Swiss. 
Pondok gunung dimaksudkan untuk menyediakan makanan dan tempat tinggal untuk pendaki gunung, pemanjat dan pejalan kaki. Tapi Gubuk Solvay  hanya dapat digunakan dalam keadaan darurat. Letaknya sekitar dua pertiga tinggi gunung, 743 m di atas Hut Hörnli dan 475 m di bawah puncak, banyak pendaki Matterhorn yang beristirahat serta menikmati pemandangan spektakuler dari pondok itu.
Pondok ini dibangun pada bulan Agustus 1915. Semua bahan bangunan dibawa ke atas dengan bantuan binatang dan dibangun hanya dalam waktu lima hari. Pada tahun 1966 pondok dibangun kembali dan pada tahun 1976 sebuah telepon darurat dipasang.









Read More>>

Kamis, 03 Mei 2012

Pembersih Udara yang Memanfaatkan Teknologi dan Alam

,



Pembersih udara telah menjadi pemandangan umum di rumah dan kantor. Sebagian besar orang menjadi lebih peduli terhadap kebersihan udara. Kebanyakan menggunakan variasi mesin pembersih udara, tetapi desainer Mathieu Lehanneur dan David Edwards memiliki ide cemerlang: mengapa tidak menggunakan tanaman sebagai pembersih udara yang alami, tamanan dikenal karena kemampuan mereka untuk mengubah atau mensterilkan racun dari udara dan menghasilkan udara yang murni yaitu oksigen segar. Menggabungkan alam dan teknologi ke dalam satu mesin yang indah dan efektif untuk menghasilkan udara yang bersih.
Andrea menggunakan hampir semua tanaman rumah tangga dan memanfaatkan sifat alaminya sebagai pemurni udara untuk menyerap dan menetralisir racun udara. Sebuah kipas bertenaga mendorong udara diletakkan di atas daun tanaman dan melalui akar dan tanah akan mempercepat proses filtrasi tanaman. 

http://gajitz.com/clearing-the-air-naturally-plants-technology-scrub-toxins/
Read More>>

Kasian, Ikan dan Reptil Hidup dijadikan Gantungan Kunci di Cina

,


Menurut laporan berita di media China, dengan tren di Cina yang melibatkan penjual ikan hidup, atau kura-kura Brazil atau salamander raksasa muda di dalam kantong plastik kedap udara yang  disegel sebagai gantungan kunci. Setiap paket panjangnya sekitar 7 cm  dan diisi dengan air berwarna bersama dengan hewan-hewan tersebut. Para Pedagang kali lima mengklaim air dalam kantong tersebut adalah zat yang kaya gizi, tetapi sebenarnya tidak. Tanpa oksigen dan makanan hewan hanya bisa hidup beberapa hari saja jika mereka beruntung. Bagian yang paling menyedihkan adalah bahwa semuanya adalah legal.
Hukum kekejaman Hewan hampir tidak ada di Cina. Hanya baru-baru ini  negara melarang penggunaan hewan di sirkus jika trik yang  digunakan dianggap membahayakan hewan. Daging hewan juga hidangan eksotis di restoran kebun binatang.
Negara ini memiliki UU Perlindungan Satwa Liar yang hanya berlaku untuk binatang liar. Ikan dan reptil tidak termasuk dalam kategori ini dan karenanya hukum tidak bisa melindungi mereka. Para aktifis Hewan menyuarakan protes terhadap penjualan ini tetapi tanpa hukum yang mendukung mereka maka sedikit yang bisa dilakukan.


Dua ikan mas yang disegel dalam kantong plastik, dijual sebagai gantungan kunci banyak ditemui di warung pinggir jalan di Beijing, Cina. Setiap gantungan kunci dijual seharga 10 yuan (USD $ 1,50).
http://www.amusingplanet.com/2011/04/live-fish-and-reptiles-sold-as.html
Read More>>

Selasa, 01 Mei 2012

'Bagger 288' Excavator Terbesar di Dunia

,


Bagger 288 (Excavator 288), dibuat oleh perusahaan Krupp Jerman (sekarang ThyssenKrupp) untuk energi dan perusahaan pertambangan. Tingginya 311 kaki (95 meter), panjangnya 705 kaki (215 meter) dan berat 45.500 ton. perlu waktu lima tahun untuk desain dan pembuatan dan lima tahun untuk perakitan.
Bagger 288 dibuat untuk pekerjaan menghilangkan lapisan paling atas tanah sebelum dimulai pertambangan batubara di Tagebau Hambach (Hambach stripmine), Jerman. Excavator ini dapat menggali 240.000 ton batubara atau 240.000 meter kubik per hari - setara dengan lapangan sepak bola digali sampai kedalaman 30 meter. Batubara yang diproduksi dalam satu hari mengisi 2400 truk batubara dan alat ini hanya butuh lima orang untuk mengoperasikannya.. 






Read More>>

Minggu, 29 April 2012

Pulau Buatan yang Mengambang di Danau Titicaca

,


Danau Titicaca adalah danau yang terletak di perbatasan Peru dan Bolivia, sekitar 3.811 meter di atas permukaan laut, sehingga danau dianggap sebagai danau tertinggi di dunia dan berdasarkan volume airnya danau ini juga dianggap sebagai danau terbesar di Amerika Selatan.
Titicaca merupakan danau penting bagi penduduk pra-Inca atau disebut orang Uros yang tinggal di pulau-pulau buatan yang terbuat dari ilalang mengambang disebut Totora. Pulau-pulau ini menjadi daya tarik wisata utama di Peru, bahkan penduduk setempat membuat menara tinggi yang hampir seluruhnya terbuat dari alang-alang.
Totora adalah tumbuhan asli jenis Cattail yang tumbuh di danau. Akar padat mendukung lapisan atas, yang membusuk dan harus diganti secara teratur dengan menumpuk ilalang di atasnya. Perubahan ukuran pulau berdasarkan kebutuhan. Permukaan pulau-pulau yang tidak rata, tipis, membuat berjalan di atasnya terasa seperti berjalan di atas kasur air. 
Perlu Waspada saat menginjak totoro, kalau tidak hati-hati dan menginjak tumpukan jerami yang tipis maka kaki kita bisa tenggelam atau malah terjebur dalam air dingin danau.
Sebagian besar orang Uros mendapatkan obat-obatan dari di sekitar ilalang Totora. Ketika sebuah ilalang ditarik dan terdapat warna putih dibagian bawah, nah bagian itu sering dimakan untuk yodium. Ketika sakit, ilalang itu cukup dililitkan ditempat yang sakit untuk mengurangi rasa sakit itu. ketika cuaca di luar panas, mereka menggulung bagian putih dari ilalang itu di tangan mereka dan di dahi mereka, ilalang itu kan memberikan efek sangat dingin saat disentuh. Bagian putih dari ilalang itu juga digunakan untuk membantu meringankan mabuk karena alkohol. Mereka juga membuat teh bunga ilalang. Makanan dimasak dengan api ditempatkan di tumpukan batu.
Pulau-pulau mengambang dilindungi dalam Teluk Puno dan merupakan rumah bagi 2000 orang Uros. Mereka hidup dengan memancing, tenun dan pariwisata. Mereka menangkap ikan untuk mereka sendiri dan menjual di daratan. orang Uros juga berburu burung seperti burung camar, bebek dan flamingo, dan merumput ternak mereka di pulau. Mereka juga menjalankan kios kerajinan ditujukan untuk para wisatawan berkunjung setiap tahun.
Banyaknya kunjungan wisatawan membuat mereka perlu menjaga pulau totora karena Pariwisata memberikan kesempatan keuangan untuk pribumi, sekaligus menantang gaya hidup tradisional mereka.














Read More>>

Jumat, 27 April 2012

Keberanian Para Pemburu Madu di Tebing Nepal

,

Berburu Madu adalah salah satu dari banyak kegiatan yang merupakan bagian dari budaya peradapan kuno. Para ilmuwan telah memperkirakan berdasarkan dokumentasi lukisan di batu bahwa berburu madu telah dipraktekkan dari dahulu 13.000 SM. Di Nepal, berburu madu telah dipraktekkan selama ribuan tahun dan menjadi bagian penting dari budaya Nepal. Beberapa penduduk desa di Nepal menggantungkan hidupnya dari hasil berburu madu, dan nepal adalah rumah bagi laboriosa Apis, yang merupakan jenis lebah madu terbesar di planet ini. lebah ini membangun sarang mereka di kaki tebing bukit, dan menyaksikan para pemburu madu di tempat kerja adalah pemandangan yang wajib dilihat jika anda berkunjung di nepal. 
Karena sarang lebah berada di tebing maka para pemburu madu menggunakan tangga tali dan keranjang untuk sampai ke sisi tebing. namun sebelum mengambil madu, mereka terlebih dahulu membakar ranting2 dibawah tebing dengan tujuan agar asap dari pembakaran tersebut membuat lebah2 itu pergi sementara dan tidak menggigit para pekerja. 
Panen madu biasanya terjadi dua kali setahun. Untuk memanen satu koloni lebah biasanya para pemburu madu memerlukan waktu dua sampai tiga jam, tergantung pada lokasi sarang dan ukurannya. Ritual panen, dimulai dengan doa dan pengorbanan dari bunga, buah, dan beras. Lalu api menyala di dasar tebing untuk mengusir lebah dari sarang mereka. Dari atas, pemburu madu menuruni tebing menggunakan tali. tugas pemburu yg lain mengamankan tali dan tangga dari atas dan keranjang kecil naik digunakan untuk menampung hasil buruan. pemburu madu bejuang melawan lebah saat ia memotong potongan madu dari sarang.
Ada sejumlah biro perjalanan wisata yang menawarkan wisata untuk melihat perburuan madu, pengunjung dapat menikmati keindahan dan kemegahan pemandangan Nepal dan satwa liar serta menyaksikan perburuan madu yg sangat menarik. Tujuan perburuan madu paling populer berlokasi di Bhujung, Nai Chi, Pasgaon, Naya Gaun, Ludhi dan Dare. Wisatawan akan kagum pada kecepatan dan keberanian para pemburu madu, yang menggantung dari tebing untuk mencari nafkah, dan mengagumi teknik kuno yang masih digunakan sampai sekarang.



























Read More>>

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

gooGrape Copyright © 2012 | Template Modified by Wahw33d | Powered by Blogger